Bukan karena perbedaan warna, pemandangan tampak mempesona
Bukankah karena perbedaan satu sama lain, kita merasakan betapa indahnya kebersamaan
Bukankah karena perbedaan etnis dan suku, kebersamaan menjadi semakin indah
Bukankah karena perbedaan daerah, jarak mengajari kita kerinduan
Bukankah karena pebedaan budaya, kita mengenal peradaban
Bukankah karena perbedaan kedudukan, kita mampu memutar roda kehidupan
Bukankah perbedaan kelamin, kita telah lahir
Bukankah karena ada perbedaan kita saling melengkapi
Bahkan adanya kesempurnaan karena perbedaan
Karena kesempurnaan merupakan wujud dari
Sejumlah perbedaan yang menyatu saling melengkapi
Kita memang berbeda dalam banyak hal tapi dalam hal rasa, kita pasti sama
Puisi-Puisi Islami
Blog ini hanya menghasilkan karya-karnya puisi islami, mohon likenya jikalau blog ini bagus ya. :)
Minggu, 05 Juni 2016
Rasa Kandas Karena Mahar
Tak jarang cinta menjadi kandas karena mahar
Demi gensi dan takut malu, harus berhutang untuk melaksanakan acara yang uwah
Gunjingan orang-orang yang iri dan sinis
Rawan mengusik rumah tangga
Padahal cinta ada bukan karena di beli
Padahal cinta yang berkah
Karena mahar yang semampunya
Padahal cinta akan dijalani oleh dua orang, bukan bersama mereka
Meraih cinta penuh bahagia
Memang harus menempuh berbagai ujian
Bersahaja dan bertahan tanpa membalas gunjingan
Adalah sikap bijak untuk mewujudkan rumah tangga yang tak gampang goyah
Demi gensi dan takut malu, harus berhutang untuk melaksanakan acara yang uwah
Gunjingan orang-orang yang iri dan sinis
Rawan mengusik rumah tangga
Padahal cinta ada bukan karena di beli
Padahal cinta yang berkah
Karena mahar yang semampunya
Padahal cinta akan dijalani oleh dua orang, bukan bersama mereka
Meraih cinta penuh bahagia
Memang harus menempuh berbagai ujian
Bersahaja dan bertahan tanpa membalas gunjingan
Adalah sikap bijak untuk mewujudkan rumah tangga yang tak gampang goyah
Hukum Memutus Cinta
Mengapa ada ketika jika kemudian tiadaMengapa terikat jika kemudian putusMengapa datang jika kemudian pergiMengapa bertemu jika kemudian berpisahMengapa bahagia jika kemudian menderita
Cinta memang lebih terasa jika telah tiadaCinta memang lebih mendalam jika telah putusCinta memang lebih membekas jika telah pergiCinta memang lebih melekat jika telah berpisahCinta memang harus menderitaUntuk kemudian merasakan bahagia
Ketika cinta ada, rasakan dengan sepenuh hatiKetika cinta terikat, jagalah dengan kesetiaanKetika cinta datang, sambutlah dengan hati terbukaKetika bertemu cinta, dekaplah dengan niat muliaKetika cinta memberi bahagia, bersiaplah lapang dada
Cinta memang lebih terasa jika telah tiadaCinta memang lebih mendalam jika telah putusCinta memang lebih membekas jika telah pergiCinta memang lebih melekat jika telah berpisahCinta memang harus menderitaUntuk kemudian merasakan bahagia
Ketika cinta ada, rasakan dengan sepenuh hatiKetika cinta terikat, jagalah dengan kesetiaanKetika cinta datang, sambutlah dengan hati terbukaKetika bertemu cinta, dekaplah dengan niat muliaKetika cinta memberi bahagia, bersiaplah lapang dada
Buaian Rasa
Sayang, ketika kita membayangkan
Betapa indahnya kebersamaan
Rasa keburu itu menggoda kita
Membuat kita terkadang terbuai
Seraya berkata, Yuk! Kita nikah
Kita harus saling mengingatkan
Jika aku yang keburu
Maka kamu harus mengingatkanku
Jika kamu yang keburu
Aku pun haru mengingatkanmu
Jika kita sama-sama keburu
Semoga Allah yang mengingatkan kita
Tuk menuju majlis akad di waktu yang tepat
Kita pun merasakannya kaindahan rasa
Pada waktunya
Kamis, 26 Mei 2016
Rinduku Tak Kunjung Usai
Sajak malamku terurai dalam suyi sepi di dalam kalbu
Kata demi kata ku lontarkan dalam sajak malamku untuk mengenang dirimu
Rindu ini pun menggebu tak mau terhenti untuk mengenangmu
Apa lagi cinta dan kasih sayang ini tak akan sirna rasanya di makan oleh zaman dan waktu.
Mungkin memang rinduku tak sama seperti Adam saat merindukan Hawa
Aku pun tak tampan seperti Yusuf yang memikat Zulaikha
Perjuanganku pun tak sama seperti Ali terhadap Fatimah
Apa lagi seperti kisah cinta Rosulullah terhadap Aisyah.
"Aku yah aku", inilah aku yang mencintai mu sesuai dengan hatiku
Yang dimana rindu ku pun tak kunjung usai untuk merindumu.
Nailul Akbar
Langganan:
Postingan (Atom)